Mengenal Struktur Teks Editorial dan Kaidahnya
Rizaluye - Struktur Teks Editorial – Halo Sobat , apakah kalian pernah menyusun teks editorial? Apa saja struktur yang ada dalam teks editorial? Bagaimana kaidah kebahasaan teks editorial?
Teks editorial adalah salah satu jenis teks yang didalami dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Teks ini merupakan jenis teks yang sering kali muncul di dalam surat kabar atau koran.
Teks editorial dalam suatu media massa cetak umumnya berada dalam rubrik opini. Teks itu berisi mengenai pandangan atau pendapat redaksi mengenai suatu peristiwa aktual yang sedang menjadi pembicaraan publik.
Wibowo (2019) menjelaskan bahwa fungsi utama dari teks editorial adalah memberi tahu, memengaruhi, meyakinkan, dan mengajak pembacanya untuk menilai suatu peristiwa aktual.
Sementara itu, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, mendefinisikan editorial merupakan artikel yang ada dalam majalah atau surat kabar yang memaparkan pendirian pimpinan surat kabar (majalah) maupun editor tersebut tentang berbagai pokok permasalahan.
Baca Juga : Pengertian Tanjung
Jadi, isi yang ada di dalam teks editorial merupakan pemaparan mengenai keadaan yang sedang berkembang di masyarakat luas. Isu itu dapat berwujud permasalahan sosial, ekonomi, politik, budaya, dan lain sebagainya.
Menurut Kosasih (2020), pemaparan teks tersebut harus disertai dengan fakta, bukti, dan alasan yang logis supaya pembacanya dapat menerimanya. Selanjutnya, teks editorial juga mengandung argumentasi yang dapat menguatkan sikap dari penulisnya mengenai berbagai permasalahan yang sedang berkembang di dalam masyarakat.
Struktur Teks Editorial
1. Pengenalan Isu
Pengenalan isu adalah bagian pendahuluan dari teks editorial. Bagian ini berfungsi untuk memperkenalkan isu atau permasalahan yang nantinya akan dibahas dalam bagian selanjutnya.
Bagian ini menyajikan persoalan berbagai peristiwa aktual, fenomenal, dan kontroversial. Sementara itu, pernyataan pendapat yang ada di dalamnya berisi sudut pandang penulis mengenai permasalahan yang dibahas. Pernyataan tersebut merupakan teori yang diperkuat dengan beberapa argumen.
2. Penyampaian Pendapat atau Argumen
Bagian ini merupakan pembahasan yang berisi tanggapan dari redaksi atau penulis mengenai isu yang telah diperkenalkan sebelumnya.
Argumentasi dapat berwujud alasan maupun bukti yang dipakai untuk memperkuat pernyataan umum. Selain itu, argumentasi juga dapat berupa pernyataan para ahli, data hasil penelitian, dan berbagai fakta berdasarkan referensi yang dapat dipercaya.
Baca Juga : Pengertian Statistik
3. Penegasan
Bagian penegasan dalam teks editorial dapat berwujud kesimpulan, saran, dan rekomendasi. Isi di dalamnya juga mencakup harapan dari penulis kepada para pihak terkait pemecahan permasalahan yang terjadi dalam isu tersebut.
Secara umum, bagian ini merupakan pernyataan atau penegasan ulang pendapat dari penulis, yang didukung dengan berbagai fakta untuk memperkuat atau menegaskan keseluruhan isi dari teks editorial yang disusunnya.
Untuk menyusun suatu teks editorial, kalian juga diwajibkan berpedoman kepada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan Pedoman Pembentukan Istilah.
Kaidah Kebahasaan Teks Editorial
1. Adverbia Frekuentatif
Adverbia frekuentatif merupakan adverbia yang menegaskan ekspresi kepastian. Menurut tradisi struktur fungsional linguistik (SFL), hal tersebut sering kali disebut dengan modalitas. Beberapa contoh dari adverbia frekuentatif adalah selalu, biasanya, sering, kadang-kadang, jarang, dan kerap.
2. Konjungsi
Konjungsi yang dipakai dalam teks editorial merupakan konjungsi eksternal temporal, internal penegasan, dan kausalitas atau sebab-akibat.
3. Modalitas
Salah satu ciri kebahasaan yang digunakan dalam teks editorial adalah adanya pemakaian kalimat pendapat maupun pandangan seorang penulis mengenai suatu permasalahan. Untuk memperlihatkan hal tersebut, teks editorial memerlukan ciri-ciri kebahasaan yang lain, yaitu modalitas. Modalitas merupakan cara penulis menyatakan sikap dalam suatu komunikasi.
Beberapa bentuk dari modalitas adalah memang, niscaya, pasti, sungguh, sangat, tentu, tidak, bukan (untuk menyatakan kepastian), agaknya, barangkali, mungkin, rasanya, rupanya (untuk menyatakan kesangsian), semoga, mudah-mudahan (menyatakan keinginan), jangan (larangan), dan mustahil (keheranan).
Baca Juga: Pengertian Gen
4. Verba atau Kata Kerja
Verba yang digunakan dalam linguistik struktural harus dianalisis menurut struktur klausa. Hal tersebut diakibatkan skema informasi dijalankan pada tataran klausa. Kalian tidak dapat menerapkan verba hanya pada tataran jenis kata semata.
Verba dapat dikelompokkan menjadi enam jenis proses, yaitu material, tingkah laku (behavioral), verbal, mental, relasional, dan eksistensional. Sementara itu, dalam teks editorial terdapat tiga jenis proses verba, yaitu material, mental, dan relasional.
a. Verba Material
Verba material merupakan verba yang menekankan adanya proses dalam menjalankan sesuatu. Proses material memerlukan dua partisipan yang disebut (1) pelaku dan (2) yang dikenai pelaku.
b. Verba Mental
Verba mental merupakan verba yang memaparkan proses dalam merasakan. Ada tiga hal yang dijelaskan dalam proses ini, yaitu persepsi (melihat, mendengar, mencium, mengecap, dan meraba), afeksi (suka, takut, dan benci), dan kognisi (berpikir, memahami, dan mengetahui).
Dalam suatu proses mental terdapat dua partisipan yang disebut dengan merasakan (perasaan sadar untuk melihat, merasakan, atau berpikir) dan fenomena (hal yang dirasakan atau dipikirkan).
c. Proses Relasional
Verba relasional merupakan verba yang memaparkan proses untuk menjadi sesuatu. Ada tiga tipe proses relasional, yaitu intensif a adalah b (menyusun hubungan persamaan di antara dua entitas), keadaan a ada dalam b (mendefinisikan suatu entitas berada di suatu tempat, waktu, atau sikap), dan posesif atau kepemilikan a mempunyai b (mengidentifikasi jika satu entitas mempunyai yang lain).
Baca Juga : Pengertian Seni
Setiap tipe proses di atas menciptakan dua model, yaitu:
Atributif (b adalah atributif untuk a), maksudnya proses ini memerlukan dua partisipan, yaitu penanda dan petanda atau penyandang dan sandangan.
Identifikatif (b adalah identitas untuk a), maksudnya proses ini memerlukan dua partisipan, yang disebut dengan token dan yang teridentifikasi dan partisipan nilai dan pengidentifikasi.
Penutup
Teks editorial merupakan jenis teks yang berisi mengenai pandangan atau pendapat dari penulisnya mengenai suatu peristiwa aktual yang sedang menjadi pembicaraan publik. Teks ini biasanya dapat dijumpai di surat kabar. Fungsi utama dari teks editorial adalah memberi tahu, memengaruhi, meyakinkan, dan mengajak pembacanya untuk menilai suatu peristiwa aktual.
Struktur dari teks editorial meliputi pengenalan isu, penyampaian pendapat atau argumen, dan penegasan. Sementara itu, kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks editorial meliputi adverbia frekuentatif, konjungsi, modalitas, dan verba atau kata kerja.


Post a Comment for "Mengenal Struktur Teks Editorial dan Kaidahnya"